Kita biasa kalau makan di restoran dan tidak habis, maka kita akan minta di bungkus untuk di bawa pulang.
Di beberapa restoran di Jepang berbeda hal nya. Di salah satu restoran di kota Otaru, daerah Hokaido yang penuh bersalju tinggi di bulan Februari ini maka besar-besar tertulis, “kami tidak mengizinkan makanan yang tidak habis untuk dibawa pulang. Ini untuk mencegah keracunan makanan”.
Kita ingat bahwa di media pernah juga diberitakan kejadian pada jatah makan Jamaah Haji kita yang disimpan beberapa waktu dan waktu dimakan sudah agak basi dan menimbulkan sakit perut dll. Ini sejalan dengan pesan di restoran di atas.
Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mulai diberlakukan, dan nantinya tentunya akan makin luas dan meliputi berbagai sasaran, mungkin bukan hanya di sekolah. Dari sekarang baik kalau kita berhati-hati, ingatkan bahwa makanan harus dihabiskan saja di tempat pembagiannya, jangan disimpan untuk dibawa pulang. Ingat, ini program makanan bergizi, perlu antisipasi agar jangan jadi masalah kemungkinan yang tidak diinginkan dan malam jadi kontra produktif. Untuk ini diingatkan juga konsep keamanan pangan (“food security”) yang harus dijaga ketat oleh pengelola Makan Bergizi Gratis, sesuai konsep “from farm to plate”, mulai dari penyediaan bahan pangannya sampai tersaji ke depan yang akan memakannya, dan bahkan juga pengelolaan limbahnya.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI