Tujuh Hal Kesehatan Paru dan Pernapasan pada Jamah Haji dan Umroh

Pada 26 Februari 2025 saya menjadi pembicara pada acara Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia dan Kementerian Kesehatan yang berjudul “Kenali dan Patuhi Rekomendasi Pencegahan Penyakit Menular Paru dan Pernapasan pada Jamaah Haji dan Umroh”. Di awal acara yang didukung oleh GSK Indonesia ini diluncurkan juga buku resmi PDPI yang berjudul “Panduan Penatalaksanaan Penyakit Paru dan Pernapasan bagi Petugas Kesehatan Haji dan Umroh”.

Pada presentasi saya sampaikan tujuh hal. Pertama, masalah kesehatan paru dan pernapasan pada jamaah Haji dan Umroh dapat bersifat tidak menular, seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan Asma Bronkial, serta Penyakit yang menular.

Ke dua, saya sampaikan beberapa penyakit menular Paru yang penting diperhatikan pada Jamaah Haji dan Umroh, yaitu Tuberkulosis, MERS CoV, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Pneumonia.
Ke tiga, Pneumonia adalah radang paru, yang dapat disebabkan utamanya oleh bakteri dan virus, walau kadang-kadang dapat juga disebabkan oleh jamur dan parasit.

Ke empat, beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan Pneumonia adalah virus SARS CoV2 penyebab COVID-19, virus Influenza, Human Metapneumo Virus (HMPV) dan Respiratory syncytial virus (RSV).
Ke lima, faktor risiko tinggi untuk menjadi ISPA dan Pneumonia (baik secara umum maupun pada jamaah Haji dan Umroh) adalah usia tua, penderita penyakit paru kronik dan penderita penyakit ko morbid lain yang menurunkan daya tahan tubuh.

Ke enam, data dari Arab Saudi menunjukkan proporsi cukup tinggi RSV sebagai penyebab Pneumonia di sana, dan karena itu ada anjuran untuk pemberian vaksinasi RSV pada usia lanjut di Saudi Arabia. Juga saya sampaikan bahwa beberapa organisasi Paru dunia seperti Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD) dan The Global Initiative for Asthma (GINA) juga memberikan rekomendasi vaksin RSV ini pada PPOK dan Asma sesuai kebutuhannya.
Ke tujuh, dengan berbagai pertimbangan di atas maka Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) merekomendasikan pemberian tiga vaksin pada jamaah Haji dan Umroh kita, yaitu Vaksin Influenza, Vaksin Pneumonia dan Vaksin Respiratory syncytial virus (RSV), yang ke tiganya sudah tersedia di negara kita.

Semoga jamaah Haji dan juga jamaah Umroh kita senantiasa diberi kesehatan dan dapat menjalankan ibadahnya dengan baik, dan InshaAllah Mabrur.

Prof Tjandra Yoga Aditama
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia